Ian Brown and Navicula incident at Hard Rock Cafe, Bali
Bali - Musisi papan atas Ian Brown asal Inggris menolak Navicula manggung bersama pada tanggal 7 Agustus 2010. Alasan mereka membatalkan secara tiba-tiba oleh sebab paranoia akan terganggunya setting mereka padahal Navicula telah mendapat channel mixer sendiri dari pihak Hard Rock Cafe, Bali.
Navicula adalah band indie asal Bali dibentuk pada tahun 1996 namun pada tahun 2004, record label Sony BMG merangkul mereka untuk me-release album ke-4 yaitu Alkemis. Pada tahun 2007, Navicula kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie dan sedang mempersiapkan album mereka yang ke-7 untuk di release pada tahun 2011.
Kesempatan yang diperoleh Navicula bermain bersama musisi papan adalah hal yang cukup membanggakan, selain membawa nama Navicula juga ingin menyatakan bahwa kualitas band Indonesia tidak kalah dengan band mancanegara.
Cek sound pada hari H berjalan lancar di Hard Rock Cafe, Bali pada jam 11, segala sesuatunya telah diatur agar tidak mengganggu setting Ian Brown pada malam concertnya bahkan mereka menggunakan channel mixer yang dipersiapkan khusus oleh pihak Hard Rock Cafe.
Sekitar jam 20.30, crew Ian Brown masih melakukan cek sound dan merubah seluruh setting serta menggunakan seluruh channel mixer yang tersedia. Lebih mengagetkannya lagi saat mendengar kabar berita didalam bahwa Navicula kemungkinan besar tidak jadi manggung. Cek sound Ian Brown berakhir sekitar jam 22.00 yang seharusnya sesuai rundown, Navicula manggung jam 21.30.
Akhirnya Robi, vokalis Navicula mendatangi crew untuk membahas secara musyawarah dan menjelaskan bahwa tidak akan ada setting mereka yang berubah atau terganggu apabila Navicula bermain LIVE diatas panggung. Pembicaraan ini tidak berlangsung lama namun hasilnya nihil. Mereka tetap tidak mau berbagi panggung.
Panitia pada saat itu tidak bisa berbuat banyak karena dilihat dari situasinya memang crew Ian Brown serta Panitia-nya mengambil alih semua proses didalam.
Kekecewaan tidak hanya dari segi gagal manggung, tapi Navicula sebagai band local ditolak untuk bermain di pulau mereka sendiri adalah kejadian yang tidak masuk di akal. Harga tiket Ian Brown sebesar 350rb rupiah dan tidak sepeser pun untuk Navicula.
Sebegitu 'Dewa'-nya kah band luar sehingga band local tidak dihargai lagi kreatifitasnya?
Lalu siapa yang membela band local bilamana di negara sendiri mereka tidak memperoleh dukungan?
Musik di Indonesia sebenarnya sangat luas dan berwarna. Banyak band indie yang berkualitas namun tidak diberi kesempatan untuk didengar. Orang yang membuat lagu karena passion, itulah yang membuat mereka lebih bernilai dan kreatifitaspun berkembang, mereka adalah musisi yang sebenarnya bukan hanya sekedar main alat musik.
Dukung terus band indie, dukung kreatifitas musisi-musisi Indonesia agar dapat berkembang dan dihargai didalam negeri maupun luar. (http://baliindiebands.blogspot.com)
'Rock n roll is about having fun, when not fun then it is not rock n' Roll anymore!' - Robi Navicula
No comments for the moment.
No products
Shipping
IDR 0
Total
IDR 0


